Teori Kinetik Gas - Situs Matematika dan Fisika - Situs Matematika dan Fisika

Teori Kinetik Gas

pembahasan tentang Teori Kinetik gas tidak jauh – jauh dari pembahasan tentang gas. Secara umum gas memiliki tiga besaran yang saling berhubungan yaitu tekanan (p) , Volum (v), dan Suhu (T).Hubungan ketiga gas ini dinyatakan oleh hokum Boyle : P1V1 = P2V2 , gay-lussac :\frac{P_{1}}{T_{1}}=\frac{P_{2}}{T_{2}} ; Jackues Charles : \frac{V_{1}}{T_{1}}=\frac{V_{2}}{T_{2}} ; dan Boyle Gay – lussac : \frac{P_{1}V_{1}}{T_{1}}=\frac{P_{2}V_{2}}{T_{2}}.

Ketigbesaran ini disebut besaran makroskopik karena dapat diukur dengan alat. Selain itu, ada besaran yang mempunyai skala kecil dan tidak dapat diukur secara langsung. Besaran seperti ini disebut besaran mikroskopik. Beberapa contoh besaran mikroskopik antara lain : kelajuan, energy kinetic, momentum, dan massa tiap – tiap molekul (partikel) yang menyusun suatu zat atau bahan.

Teori kinetic gas merupakan bagian dari fisika termal. Pada fisika termal dipelajari sifat – sifat zat yang bergantung pada suhu, artinya sifat – sifat zat berubah bila suhu zat berubah. Dengan kata lain, sifat – sifat zat berubah bila zat tersebut menerima atau mengeluarkan kalor. Sifat – sifat zat yang dipelajari itu dapat berupa sifat makroskopik maupun mikroskopik. Untuk memperdalam pengertian tentang sifat – sifat termal dan tingkah laku zat, pembahasan akan kita batasi pada satu zat yang paling sederhana, yaitu gas ideal. Pada gas ideal kita dapat menghubungkan tekanan, volum, dan suhu dengan kelajuan, banyaknya molekul, dan massa tiap molekul dengan menggunakan hokum – hokum newton.

Also Read:

Baiklah kita langsung saja ke pembahasan tentang Gas Ideal

Pengertian Gas Ideal

Gas Ideal ( gas Sejati) adalah gas yang memenuhi persamaan berikut :

PV = n RT

Dimana :

P = Tekanan gas (Pascal ; Pa)

V = Volum gas (m3)

n = jumlah mol gas (kmol)

R = Tetapan umum gas (J/kmol K)

T = suhu Mutlak (K)

Pada kenyataannya sifat gas semacam ini (gas ideal) tidak ada. Artinya, tidak ada gas yang benar – benar ideal. Akan tetapi, pada tekanan rendah dan temperature kamar ( temperature yang tidak terlalu rendah) gas mempunyai sifat mendekati gas ideal.

Untuk mempermudah dan menyederhanakan perhitungan – perhitungan, gas ideal dianggap sebagai berikut :

  1. Gas terdiri dari partikel – partikel yang disebut molekul. Tiap molekul dapat terdiri dari satu atom (monoatomik), dua atom (diatomic) atau lebih dari dua atom (poliatomik).
  2. Partikel – partikel bergerak dalam lintasan lurus dengan kelajuan tetap dan arah geraknya sembarang (acak). Gerakan partikel hanya disebabkan oleh tumbukan dengan partikel lain atau dengan dinding ruangnya. Ini berarti gaya tarik antar partikel – partikel sangat kecil sehingga dapat diabaikan.
  3. Tumbukan antara partikel dengan partikel maupun antara partikel dengan dinding pembatasnya bersifat lenting sempurna.
  4. Selang waktu tumbukan antara satu partikel dengan partikel lainnya berlangsung sangat singkat.
  5. Partikel tersebar secara merata di semua di semua bagian ruangan yang ditempati.
  6. Volum partikel sangat kecil dibandingkan dengan ruangan yang ditempatinya sehingga volum partikel dapat diabaikan.
  7. Jarak antara partikel jauh lebih besar daripada ukuran partikel sehingga ukuran partikel dapat diabaikan.
  8. Untuk semua partikel berlaku hokum Newton tentang gerak.

 

}
%d blogger menyukai ini: