Menghitung modal akhir dengan Bunga Tunggal - Situs Matematika dan Fisika - Situs Matematika dan Fisika

Menghitung modal akhir dengan Bunga Tunggal

Mungkin teman – teman sudah tidak asing lagi mendengar kata bunga. Apa sih yang dimaksud dengan bunga?. Bunga adalah tambahan berupa uang yang berfungsi sebagai jasa atas sejumlah modal yang dipinjamkan atau disimpan atas dasar kesepakatan atau persetujuan bersama. Konsep dasarnya seperti ini, jika kita mempunyai uang sejumlah M yang diinvestasikan. Dan ternyata setelah beberapa waktu investasinya menjadi Mt. maka dari kedua hal ini diperoleh hasil investasi berupa bunga sebesar :

I = Mt – M. …..(1)

Untuk menghitung nilai akhir suatu investasi atau pinjaman , dapat ditentukan dengan memakai perhitungan bunga tunggal atau perhitungan bunga majemuk. Dalam pembahasan kali ini kita hanya membahas mencari nilai akhir (modal akhir) dengan bunga tunggal. Jika bunga suatu investasi atau pinjaman adalah bunga tunggal maka besarnya bunga dapat ditentukan dengan rumus :

Also Read:

I = M.r.t ………(2)

Dari persamaan (1) dan persamaan (2) kemudian diperoleh :

Mt – M = M.r.t

Mt = M + M.r.t

Mt = M ( 1 + r.t )

Dengan :

Mt = Modal akhir suatu investasi / nilai akhir investasi

M = Modal awal tabungan / investasi

I = Bunga suatu investasi

r = persentase bunga

t = jangka waktu investasi

mungkin teman – teman masih bingung dengan rumus di atas. Baik biar lebih paham lagi kita langsung saja melirik soal – soal di bawah ini.

Contoh 1 # :

Seorang anak menginvestasikan uangnya sebesar Rp.4.000.000,- selama 2 tahun dengan bunga tunggal sebesar 5% pertahun. Berapa hasil akhir dari investasi ?.

Penyelesaian :

Modal awal : M = Rp.4.000.000,-

Jangka waktu investasi : t = 2 tahun

Persentase bunga : r = 5%

Modal akhir : Mt = … ?

Mt = M ( 1 + r.t)

Mt = 4000.000 ( 1 + 5% . 2)

Mt = 4.000.000 ( 1 + \frac{5}{100}.2)

Mt = 4000.000 (\frac{110}{100})

Mt = Rp. 4.400.000,00

Jadi modal setelah dua tahun adalah Rp. 4.400.000 ,00 .

Sekarang yang menjadi masalah, bagaimana kalau jangka waktunya dalam bulan?. Dan persentasenya diketahui dalam tahun. Maka yang harus kita lakukan adalah mengubah persentase bunganya ke dalam bulan atau bisa juga mengubah jangka waktunya ke dalam tahun. Seperti contoh soal di bawah ini.

Contoh 2 # :

Seorang anak menabung uangnya di Bank sebesar Rp. 2.000.000,00. Dengan bunga tunggal sebesar 4% per tahun dalam jangka waktu 9 bulan. Tentukanlah hasil akhir dari investasinya !.

Penyelesaian :

Modal awal tabungan : M = Rp. 2.000.000,00

Suku bunga r = 4% per tahun.

Jangka waktu : t = 8 bulan = \frac{9}{12}=\frac{3}{4} tahun

Maka modal akhir dapat ditentukan dengan menggunakan rumus :

Mt = M ( 1 + r t)

Mt = 2.000.000 ( 1 + \frac{4}{100} x \frac{3}{4})

Mt = 2.000.000 ( 1 + \frac{12}{400})

Mt = 2000.000 ( \frac{412}{400})

Mt = 2.060.000

Jadi modal akhirnya adalah sebesar Rp. 2.060.000,00

Gimana teman – teman , mengerti kan dengan apa yang saya uraikan?. Baik di bawah ini kita akan membahas kasus lanjutan dari bunga tunggal yaitu bagaimana kalau dalam soal pertanyaannya bukan investasinya tetapi jangka waktunya yang ditanyakan?. Kita langsung saja membahas contoh di bawah ini !

Contoh 3 # :

uang sebesar Rp 1.000.000 diinvestasikan di sebuah bank dengan suku bunga 5% per tahun. Berapa lama waktu yang dibutuhkan agar tabungan tersebut menjadi Rp. 1.250.000,00 ?.

Penyelesaian :

Modal awal : M = Rp. 1.000.000,00

Modal Akhir : Mt = Rp. 1.250.000,00

Bunga : r = 5% pertahun.

Jangka waktu : t = … ?.

I = Mt – M

I = 1.250.000 – 1.000.000 = 250.000

I = M.r.t

250.000 = 1000.000 (\frac{5}{100} t

t = \frac{250.000}{50.000} = 5 tahun

jadi, jangka waktu yang dibutuhkan adalah 5 tahun.

}
%d blogger menyukai ini: